NASA Umumkan Kru Artemis III, Tak Ada Astronaut Perempuan dalam Misi ke Bulan

UPDATEKNO.ID – NASA resmi memperkenalkan empat astronaut yang akan bertugas dalam misi Artemis III, program yang menjadi bagian penting dalam upaya Amerika Serikat untuk kembali mengirim manusia ke Bulan. Namun, pengumuman tersebut langsung memicu perdebatan karena tidak ada satu pun perempuan yang masuk dalam kru yang dipilih.

Menanggapi kritik yang muncul, Administrator NASA Jared Isaacman membela keputusan tersebut. Dalam unggahan di media sosial Threads, ia mengatakan pemilihan kru dilakukan berdasarkan peluang terbaik untuk mencapai tujuan misi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti pengalaman sebagai pilot uji, keterlibatan dalam pengembangan program tertentu, hingga kesiapan dan ketersediaan masing-masing astronaut.

Isaacman juga menilai sebagian kritik yang muncul tidak mempertimbangkan kondisi internal program astronaut NASA.

Menurutnya, beberapa astronaut perempuan yang memenuhi syarat saat ini telah ditugaskan untuk misi lain, termasuk penerbangan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Selain itu, ada pula yang sedang menjalani pelatihan khusus untuk misi pendaratan Bulan di masa mendatang.

Pengumuman kru Artemis III dilakukan sekitar dua bulan setelah misi Artemis II berhasil menyelesaikan penerbangan mengelilingi Bulan.

Misi tersebut membawa empat astronaut, termasuk seorang perempuan, dan menjadi penerbangan manusia pertama yang mengorbit Bulan sejak era Apollo pada awal 1970-an.

Untuk misi Artemis III, NASA memilih Randy Bresnik sebagai komandan misi, Andre Douglas dan Frank Rubio sebagai spesialis misi, serta astronaut Badan Antariksa Italia, Luca Parmitano, sebagai pilot.

Sebagian besar anggota kru memiliki pengalaman panjang dalam penerbangan luar angkasa. Bresnik telah dua kali terbang ke luar angkasa sejak misi pesawat ulang-alik pada 2009.

Parmitano juga telah menjalani dua misi dengan total waktu 367 hari di orbit. Sementara itu, Rubio mencatat rekor sebagai astronaut NASA dengan durasi penerbangan tunggal terlama, yakni 371 hari secara berkelanjutan di luar angkasa.

Di sisi lain, Andre Douglas akan menjalani penerbangan luar angkasa pertamanya melalui program Artemis.

Meski membawa nama Artemis III, misi yang dijadwalkan meluncur pada 2027 itu tidak akan langsung menuju permukaan Bulan. Sebaliknya, misi ini akan beroperasi di orbit rendah Bumi untuk menguji kemampuan pesawat Orion milik NASA melakukan manuver pertemuan dan docking dengan wahana pendarat Bulan yang dikembangkan sektor swasta.

Salah satu wahana pendarat tersebut dikembangkan oleh Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos. Namun, program tersebut baru saja menghadapi tantangan besar setelah salah satu roket New Glenn milik Blue Origin mengalami ledakan hebat yang menyebabkan kerusakan pada satu-satunya landasan peluncuran perusahaan tersebut.

Meski insiden tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan teknologi yang akan digunakan dalam program Artemis, NASA dan Blue Origin tetap mempertahankan target waktu yang telah ditetapkan.

John Couluris, Senior Vice President Lunar Blue Origin, menyebut insiden tersebut sebagai anomali signifikan bagi perusahaan. Namun hingga kini, baik NASA maupun Blue Origin belum memberikan rincian mengenai jadwal perbaikan maupun dampaknya terhadap pengembangan sistem pendarat Bulan.

Terlepas dari tantangan yang ada, NASA menegaskan bahwa program Artemis tetap berjalan sesuai rencana. Dalam pengumuman yang sama, badan antariksa tersebut kembali menargetkan pendaratan manusia di Bulan sebelum akhir 2028.

Selain Blue Origin, NASA juga menggandeng SpaceX milik Elon Musk dalam program Artemis III. Perusahaan tersebut tengah mengembangkan versi khusus roket Starship yang nantinya akan digunakan sebagai wahana pendarat Bulan setelah melakukan docking dengan kapsul Orion di luar angkasa.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pendaratan di Bulan melalui program Artemis III akan menjadi langkah penting menuju ambisi yang lebih besar, yakni mengirim manusia ke Mars.

NASA bahkan telah menyiapkan rencana jangka panjang untuk membangun pangkalan permanen di Bulan melalui misi Artemis V. Pangkalan tersebut diharapkan menjadi titik persiapan bagi berbagai misi eksplorasi luar angkasa yang lebih jauh di masa depan.

Dengan demikian, meski perdebatan mengenai komposisi kru Artemis III masih berlangsung, NASA menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan setiap misi berjalan sesuai target dan membuka jalan bagi kembalinya manusia ke Bulan untuk pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad.

ARTIKEL TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

terpopuler